Kamis, 06 November 2014

ujian CCU Dahliati 5b-Pbi





Jawaban dan komentar saya tentang soal ujian semester Cross-Cultures Understanding

1.      1.Yang saya ketahui tentang CCU adalah CCU itu merupakan sebuah mata kuliah yang diterapkan pada mahasiswa dan mahasiswi di universitas- universitas dan kampus-kampus khususnya pada mahasiswa yang mengambil jurusan bahasa Inggris. Dalam CCU itu banyak sekali di ajarkan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perbedaan budaya dan nilai-nilai yang ditanamkam dalam sekelompok kecil masyarakat sampai pada sekelompok besar dalam sebuah negara.  Khususnya tentang budaya dan nilai-nilai dalam masyarakat Amerika dan Inggris. Contohnya, bagaimana  kebiasaan masyarakat Amerika dalam menghargai waktu, bagaimana pendidikannya, bagaimana sikap mereka terhadap perempuan dan kondisi perempuan disana, bagaimana nilai-nilai yang ditanamkan mereka dalam keluarga, di tempat kerja dan lain-lain. Dengan adanya CCU, saya sebagai mahasiswa dan sebagai  seorang penduduk dalam sebuah negara yang memilki budaya yang berbeda dengan budaya Amerika dan Inggris bisa mengetahui budaya mereka dan bisa membandingkan apa kelebihan dan kekurangan dari budaya mereka. setelah belajar CCU, saya tertarik dengan cara mereka menghargai waktu. Mereka  menggunakan sebagian waktu mereka dengan bekerja. Tidak bisa dipungkiri jika Amerika adalah sebuah negara adidaya yang memegang  kendali perekonomian dunia karena masyarakatnya selalu menghargai setiap detik waktu yang ada. Tetapi ada hal yang saya tidak suka dari budaya mereka yaitu bagaimana mereka memperlakukan wanita. Sikap para pria di Amerika terhadap wanita tidak ubahnya seperti pada zaman zahiliyah sebelum Rasulullah membawa islam pertama kali di tanah Arab. Mereka mengekang, mendiskriminasi, mengontrol  wanita sebagai insan lemah. Mereka tidak memberikan kesempatan pada wanita untuk melakukan suatu pekerjaan seperti yang dilakukan para pria. Intinya, saya menyukai CCU karena pengetahuan saya bertambah luas setelah mempelajarinya.



2. Menurut saya pentingnya CCUuntuk kita pelajari adalah  supaya  kita bisa membandingkan budaya negara lain dengan budaya negara kita. Khususnya Amerika dan Inggris, mereka adalah negara yang memiliki hubungan yang sangat dekat. Inggris adalah negara asal  bahasa inggris dan Amerika juga merupakan negara pengguna bahasa Inggris tapi mengapa bahasa inggris mereka ada perbedaan. Dengan mempelajari CCU kita tahu apa penyebab kenapa hal itu bisa terjadi. Kita juga bisa tahu persamaan dan perbedaan kedua negara dan  bagaimana sikap mereka terhadap masyarakat yang berbeda budaya dengan mereka serta kita bisa mengambil sisi positif dan tidak membuang sisi negarif dari budaya   mereka.  Hal lainnya adalah kita sebagai mahasiswa bahasa Inggris sepatutnyalah mengetahui perbedaan mereka khususnya dalam berbahasa, agar kita bisa menjadi master bahasa Inggris sebenarnya. Dan seandainya nanti kita diberi kesempatan oleh tuhan untuk mengunjungi negara mereka kita setidaknya telah mengetahui bagaimana kita bersikap di negara mereka.


3. Saya akan berikan dua contoh kesalahpahaman(  misunderstanding) tentang budaya yaitu dalam berbahasa dan beragama. Pertama dalam berbahasa  misalnya dalam penggunaan kata baku dan non baku. Di Inggris bahasa inggris mereka lebih sopan dan menggunakan tenses yang sesuai dengan kaidah bahasa Inggris, tapi lain halnya di Amerika mereka menggunakan bahasa semau mereka saja, tidak menggunakan tenses yang penting orang lain mengerti. Karena itu bahasa sering kali menjadi suatu kesalahpahaman bagi mereka yang tidak mengetahui akan hal itu. Pada halnya itu budaya berbahasa yang telah mereka gunakan secara turun temurun dari nenek moyang  mereka. kedua, dalam beragama sering kali terjadi kesalahpahaman. Misalnya bagaimana di Amerika dan di berbagai negara yang mayoritas penduduknya non muslim. Mereka memandang islam itu kejam, brutal, dan banyak lagi pandangan buruk mereka tentang Islam. Mereka menganggap Islam itu teroris dan akhirnya terjadi pertentangan dan mereka seringkali menolak Islam berbaur dengan mereka, padahal jika mereka mengetahui dan mempelajari islam lebih dalam islam adalah agama yang sejuk dan damai.



4. Menurut saya mengenai nilai-nilai yang ada dalam keluarga di Amerika yaitu setiap orang tua selalu menanamkam nilai –nilai positif di keluarga misalnya tentang benar dan salah, baik dan buruk dan serta menanamkan pendidikan moral dan karakter kepada anak-anak mereka. setiap anggota keluarga diberikan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat tapi mereka percaya bahwa seorang ayah sebagai kepala keluarga. Untuk lebih mengetahui nilai-nilai yang ada dalam keluarga Amerika kita lihat pembagian nilai-nilai keluarga Amerika seperti : Dalam keluarga Amerika modren selalu menanamkan rasa cinta, kepedulian,  dan selalu mendukung antara anggota keluarga. Dalam keluarga Amerika tradisional nilai-nilai yang di tanamkan seperti  menentang seks bebas pada anak di bawah umur, menentang pernikahan sesama jenis, menentang penindasan terhadap perempuan, menganut agama kristen, menentang aborsi, percaya kepada ayah ssebagai kepala keluarga dan lain-lain. Dalam keluarga campuran antara modren dan tradisional. Nilai-nilai dalam keluarga ini sepertinya lebih mendukung kepada niali-nilai keluarga modren seperti mendukung pada pernikahan beda budaya dan agama, menentang poligami karena para kepercayaan wanita di Amerika lebih baik jadi orang tua tunggal daripada punya suami memiliki istri lebih dari satu. Mereka, para orang tua mendukung pendidikan seks di sekolah-sekolah dan mendukung kebebasan beragama. Pada umumnya dalam keluarga Amerika tingkat perceraian sangat tinggi. Anak-anak mereka diberikan kepada istri-istri mereka untuk di asuh. Dan saya bisa menyimpulkan bagaimana konsep keluarga Amerika yaitu saling menyayangi, kebebasan, keterbukaan antara satu sama lain dalam keluarga.



5. Cara memperkenalkan diri dalam setiap kesempatan di Amerika yaitu dengan cara memperkenalkan diri masing-masing terlebih dahulu, jangan pernah bertanya kepada lawan bicara sebelum kita memperkenalkan diri kita, jangan pernah bertanya tentang hal-hal pribadi seperti usia, pendapatan mereka dan hal-hal pribadi lainnya karena itu akan membuat mereka tersinggung. Bagi mereka hal-hal semacam itu merupakn hal –hal yang tidak perlu di ketahui.Pada saat berkenalan dengan seseorang di Amerika jangan jauhkan tatapan mata kita dengan mereka karena tatapan mata pada saat pertama kali bertemu sangat berarti serta jangan mencela disaat lawan bicara kita sedang berbicara karena bagi mereka merupakan suatu penghinaan. Cara memperkenalkan diri di Amerika sangat berbeda dengan di negara kita. Mereka menggunakan cara lansung dan singkat ( to the point ) dan tidak perlu berbasa-basi untuk menanyakan ini dan itu dan menanyakan hal yang tidak sepatutnya kita ketahui. Di negara kita(Indonesia) kalau berkenalan dengan orang yang baru kita kenal kita menggunakan kata-kata yang sopan serta banyak bertanya sampai kepada hal yang bersifat pribadi sekalipun.




                                                               By: Dahliati
                                                               08.736.12  
                                                                   PBI-5B
                                                                   Cross-Culture Understanding