Jawaban dan komentar
saya tentang soal ujian semester Cross-Cultures Understanding
1. 1.Yang
saya ketahui tentang CCU adalah CCU itu merupakan sebuah mata kuliah yang
diterapkan pada mahasiswa dan mahasiswi di universitas- universitas dan kampus-kampus
khususnya pada mahasiswa yang mengambil jurusan bahasa Inggris. Dalam CCU itu
banyak sekali di ajarkan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perbedaan
budaya dan nilai-nilai yang ditanamkam dalam sekelompok kecil masyarakat sampai
pada sekelompok besar dalam sebuah negara.
Khususnya tentang budaya dan nilai-nilai dalam masyarakat Amerika dan
Inggris. Contohnya, bagaimana kebiasaan
masyarakat Amerika dalam menghargai waktu, bagaimana pendidikannya, bagaimana
sikap mereka terhadap perempuan dan kondisi perempuan disana, bagaimana
nilai-nilai yang ditanamkan mereka dalam keluarga, di tempat kerja dan
lain-lain. Dengan adanya CCU, saya sebagai mahasiswa dan sebagai seorang penduduk dalam sebuah negara yang
memilki budaya yang berbeda dengan budaya Amerika dan Inggris bisa mengetahui
budaya mereka dan bisa membandingkan apa kelebihan dan kekurangan dari budaya
mereka. setelah belajar CCU, saya tertarik dengan cara mereka menghargai waktu.
Mereka menggunakan sebagian waktu mereka
dengan bekerja. Tidak bisa dipungkiri jika Amerika adalah sebuah negara adidaya
yang memegang kendali perekonomian dunia
karena masyarakatnya selalu menghargai setiap detik waktu yang ada. Tetapi ada hal yang
saya tidak suka dari budaya mereka yaitu bagaimana mereka memperlakukan wanita.
Sikap para pria di Amerika terhadap wanita tidak ubahnya seperti pada zaman
zahiliyah sebelum Rasulullah membawa islam pertama kali di tanah Arab. Mereka
mengekang, mendiskriminasi, mengontrol
wanita sebagai insan lemah. Mereka tidak memberikan kesempatan pada
wanita untuk melakukan suatu pekerjaan seperti yang dilakukan para pria.
Intinya, saya menyukai CCU karena pengetahuan saya bertambah luas setelah
mempelajarinya.
2. Menurut saya
pentingnya CCUuntuk kita pelajari adalah supaya kita bisa membandingkan budaya negara lain dengan
budaya negara kita. Khususnya Amerika dan Inggris, mereka adalah negara yang
memiliki hubungan yang sangat dekat. Inggris adalah negara asal bahasa inggris dan Amerika juga merupakan
negara pengguna bahasa Inggris tapi mengapa bahasa inggris mereka ada perbedaan.
Dengan mempelajari CCU kita tahu apa penyebab kenapa hal itu bisa terjadi. Kita
juga bisa tahu persamaan dan perbedaan kedua negara dan bagaimana sikap mereka terhadap masyarakat
yang berbeda budaya dengan mereka serta kita bisa mengambil sisi positif dan
tidak membuang sisi negarif dari budaya mereka.
Hal lainnya adalah kita sebagai mahasiswa bahasa Inggris sepatutnyalah
mengetahui perbedaan mereka khususnya dalam berbahasa, agar kita bisa menjadi
master bahasa Inggris sebenarnya. Dan seandainya nanti kita diberi kesempatan
oleh tuhan untuk mengunjungi negara mereka kita setidaknya telah mengetahui bagaimana
kita bersikap di negara mereka.
3. Saya akan berikan
dua contoh kesalahpahaman( misunderstanding)
tentang budaya yaitu dalam berbahasa dan beragama. Pertama dalam berbahasa misalnya dalam penggunaan kata baku dan non
baku. Di
Inggris bahasa inggris mereka lebih sopan dan menggunakan tenses yang sesuai
dengan kaidah bahasa Inggris, tapi lain halnya di Amerika mereka menggunakan
bahasa semau mereka saja, tidak menggunakan tenses yang penting orang lain
mengerti. Karena itu bahasa sering kali menjadi suatu kesalahpahaman bagi
mereka yang tidak mengetahui akan hal itu. Pada halnya itu budaya berbahasa
yang telah mereka gunakan secara turun temurun dari nenek moyang mereka. kedua, dalam beragama sering kali
terjadi kesalahpahaman. Misalnya bagaimana di Amerika dan di berbagai negara
yang mayoritas penduduknya non muslim. Mereka memandang islam itu kejam,
brutal, dan banyak lagi pandangan buruk mereka tentang Islam. Mereka menganggap
Islam itu teroris dan akhirnya terjadi pertentangan dan mereka seringkali
menolak Islam berbaur dengan mereka, padahal jika mereka mengetahui dan
mempelajari islam lebih dalam islam adalah agama yang sejuk dan damai.
4. Menurut
saya mengenai nilai-nilai yang ada dalam keluarga di Amerika yaitu setiap orang
tua selalu menanamkam nilai –nilai positif di keluarga misalnya tentang benar
dan salah, baik dan buruk dan serta menanamkan pendidikan moral dan karakter
kepada anak-anak mereka. setiap anggota keluarga diberikan kebebasan untuk
mengeluarkan pendapat tapi mereka percaya bahwa seorang ayah sebagai kepala
keluarga. Untuk lebih mengetahui nilai-nilai yang ada dalam keluarga Amerika
kita lihat pembagian nilai-nilai keluarga Amerika seperti : Dalam keluarga
Amerika modren selalu menanamkan rasa cinta, kepedulian, dan selalu mendukung antara anggota keluarga. Dalam keluarga Amerika tradisional nilai-nilai
yang di tanamkan seperti menentang seks
bebas pada anak di bawah umur, menentang pernikahan sesama jenis, menentang
penindasan terhadap perempuan, menganut agama kristen, menentang aborsi,
percaya kepada ayah ssebagai kepala keluarga dan lain-lain. Dalam keluarga
campuran antara modren dan tradisional. Nilai-nilai dalam keluarga ini
sepertinya lebih mendukung kepada niali-nilai keluarga modren seperti mendukung
pada pernikahan beda budaya dan agama, menentang poligami karena para
kepercayaan wanita di Amerika lebih baik jadi orang tua tunggal daripada punya
suami memiliki istri lebih dari satu. Mereka, para orang tua mendukung
pendidikan seks di sekolah-sekolah dan mendukung kebebasan beragama. Pada
umumnya dalam keluarga Amerika tingkat perceraian sangat tinggi. Anak-anak
mereka diberikan kepada istri-istri mereka untuk di asuh. Dan saya bisa
menyimpulkan bagaimana konsep keluarga Amerika yaitu saling menyayangi,
kebebasan, keterbukaan antara satu sama lain dalam keluarga.
5.
Cara memperkenalkan diri dalam setiap kesempatan di Amerika yaitu dengan cara
memperkenalkan diri masing-masing terlebih dahulu, jangan pernah bertanya
kepada lawan bicara sebelum kita memperkenalkan diri kita, jangan pernah
bertanya tentang hal-hal pribadi seperti usia, pendapatan mereka dan hal-hal
pribadi lainnya karena itu akan membuat mereka tersinggung. Bagi mereka hal-hal
semacam itu merupakn hal –hal yang tidak perlu di ketahui.Pada saat berkenalan
dengan seseorang di Amerika jangan jauhkan tatapan mata kita dengan mereka karena
tatapan mata pada saat pertama kali bertemu sangat berarti serta jangan mencela
disaat lawan bicara kita sedang berbicara karena bagi mereka merupakan suatu
penghinaan. Cara
memperkenalkan diri di Amerika sangat berbeda dengan di negara kita. Mereka
menggunakan cara lansung dan singkat ( to the point ) dan tidak perlu
berbasa-basi untuk menanyakan ini dan itu dan menanyakan hal yang tidak
sepatutnya kita ketahui. Di negara kita(Indonesia) kalau berkenalan dengan
orang yang baru kita kenal kita menggunakan kata-kata yang sopan serta banyak
bertanya sampai kepada hal yang bersifat pribadi sekalipun.
By:
Dahliati
08.736.12
PBI-5B
Cross-Culture
Understanding